Supendi Bupati Indramayu Ungkap Peran Yance Atur Proyek, Banprov hingga Mutasi Rotasi ASN

Mantan Bupati Indramayu, Irianto MS Syaifuddin alias Yance, disebut berperan dominan dalam sejumlah proyek Pemkab Indramayu. Hal itu diungkap Bupati Indramayu non aktif, Supendi saat jadi saksi untuk terdakwa pemberi suap pada Supendi, Carsa di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas I A Khusus Bandung, Rabu (29/1/2020) malam. Supendi melanjutkan estafet kepemimpinan Bupati Indramayu sebelumnya, Anna Sophanah yang merupakan istri dari Yance. Belakangan, Anna Sophanah mengundurkan diri‎.

Peran Yance diungkap jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Amir Nurdianto yang membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Supendi kepada penyidik KPK. "Di BAP penyidik, anda mengatakan, 'terkait pengaturan proyek di Dinas PUPR Indramayu, sepengetahuan saya memang ada pengaturan proyek walaupun saya tidak tahu teknisnya sejak saya jadi wakil bupati. Bahwa ploting pengaturan proyek dilakukan oleh pak Yance di semua dinas,' apa betul," ujar jaksa, membacakan BAP. Supendi membenarkan keterangannya di BAP.

"Sepengetahuan saya memang demikian tapi teknisnya saya tidak tahu," ujar Supendi‎. Kemudian, jaksa meminta penjelasan lebih rinci soal keterangan yang dibenarkan Supendi itu. "Misalnya pak Yance minta proyek di Dinas PUPR Indramayu 2019 senilai Rp 40 M. Saya suruh Omarsyah untuk mengatur teknisnya gimana supaya dimenangkan pak Yance," ujar Supendi.

Mendengar jawaban itu, ‎jaksa meminta penjelasan Supendi ihwal Yance yang mantan bupati namun masih bisa mengatur proyek. ‎"Anda kan bupati, gimana logikanya pak Yance yang mantan Bupati bisa mengatur proyek," ucap jaksa. Supendi berdalih, Yance memang mendominasi di Indramayu, apalagi istrinya, Anna Sophanah juga turut jadi bupati. ‎"Untuk 2019 saya menjabat bupati sejak 2019 sehingga perencanaan dan pelaksanaannya tidak terlibat secara langsung karena perencanaan 2019 oleh ibu Anna Sophanah, istri pak Yance," kata Supendi.

Selain itu, Supendi juga mengkonfirmasi soal keterlibatan Yance dalam pengaturan mutasi dan rotasi di Pemkab Indramayu. Jaksa mengungkapnya lewat keterangan Supendi di BAP dan Supendi membenarkannya. Termasuk soal dana Banprov 2019. "‎Terkait Banprov 2019 sebagian besar dana banprov diatur pak Yance tapi saya tidak tahu teknis dan nilainya. Yang tahu Omarsyah, peran saya selaku Bupati sangat kecil dan tidak terlibat sama sekali urusan mutasi dan rotasi karena itu diatur perannya sama pak Yance," ucap jaksa membacakan keterangan Supendi di BAP. "Iya, betul seperti itu sepengetahuan saya. Tapi untuk detail teknisnya saya tidak tahu," kata dia.

Sementara itu, jaksa juga mengungkap soal peran pemberian uang dari Carsa sebanyak 27 transaksi. Transaksi tersebut mulai dari jutaan hingga ratusan juta. Salah satunya soal pemberian uang Rp 100 juta untuk pembayaran pagelaran wayang belakangan di OTT KPK. "Iya, itu uang dari Carsa ‎untuk pagelaran Wayang," ucap Supendi. ‎Adapun Yance sendiri akan dihadirkan sebagai saksi pada persidangan pekan depan untuk dikonfirmasi ihwal kesaksian Supendi.

Di persidangan yang dimulai pukul 19.30 itu, selain Supendi, yang dihadirkan sebagai saksi yakni Omarsyah selakui Kadis PUPR dan Wempi selaku Kabid di Dinas PUPR Pemkab Indramayu. ‎Ketiganya ditetapkan tersangka oleh KPK terkait dugaan penerimaan suap oleh Carsa.Ketiganya ‎belum disidang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *