13 Kebiasaan yang Dianggap Sepele Padahal Berbahaya bagi Kesehatan, dari Makan Kuaci hingga Berbisik

Semua orang tahu bahwa tidur larut malam dan makan terlalu banyak dapat menimbulkan penyakit. Namun, ada pula kebiasaan sehari hari yang tampak sepele, tetapi dapat membahayakan kesehatan. Bright Side telah menyusun13 kebiasaan sehari hari yang dianggap sepele, padahal berbahaya bagi kesehatan.

Berikut 13 kebiasaan tersebut. Risiko : Menderita sistem pernapasan, pembuluh darah, otak, hingga kerongkongan. Fungsi utama bersin adalah untuk menghilangkan bakteri, virus, dan partikel debu.

Saat kamu menahan bersin, kamu sama saja menahan hal hal tersebut di dalam tubuh. Namun, itu belum apa apa. Bayangkan apa yang bisa terjadi jika kamu menutup hidungmu saat bersin.

Seluruh kekuatan bersin akan kembali dan dapat melukai pendengaranmu. Bahkan, menahan bersin dapat meningkatkan tekanan darah hingga merusak kerongkonganmu. Risiko : Luka pada gusi.

Dokter gigi tidak pernah menganjurkan untuk menggunakan tusuk gigi. Tusuk gigi tidak berbahaya pada email, tetapi sebaliknya pada gusi. Hampir tidak mungkin untuk membersihkan mulutmu dengan tusuk gigi.

Untuk menjaga kebersihan mulut, gunakan benang gigi. Namun, kamu harus belajar bagaimana melakukannya dengan benar terlebih dahulu. Risiko : Gangguan pernapasan, sirkulasi darah, sumsum tulang belakang, dan kulit wajah.

Tidurtengkurapmemang tampak nyaman. Namun, posisi ini berbahaya. Kamu menjadi sulit bernapas, leher dalam posisi tidak wajar, sirkulasi darah menjadi lebih buruk, dan tulang belakang leher dalam bahaya.

Selain itu, dokter mengatakan, kerutan wajah yang kamu miliki setelah tidur dalam posisi ini akan cenderung konstan. Kerutan tersebut tidak akan pernah hilang. Risiko : Gangguan pada gigi dan kantung empedu.

Banyak orang mengupas kuaci dengan gigi. Namun, kuaci harus dikupas dengan tangan, tidak dengan gigi. Dokter gigi selalu mengenali pemakan biji dengan kerusakan gigi yang sangat spesifik.

Orang yang memiliki masalah kandung empedu tidak boleh memakannya sama sekali. Sebab, nilai kalorinya lebih dari 500 kkal dalam 100 gram. Risiko : penyakit pada gigi, gusi, dan mulut.

Orang yang suka mengunyah pena, pensil, penjepit kertas, dan benda padat lainnya biasanya memiliki masalah besar pada email gigi. Ini sebabnya kamu tidak dianjurkan membuka botol dengan gigi, mengunyah kacang, es batu, dan lolipop. Kamu dapat terkena infeksi jika melakukan ini.

Risiko : Gangguan pada ginjal, sistem kemih, dan usus. Pada Juni 2018, seorang gamer muda dari Inggris dirawat di rumah sakit setelah dia menghabiskan 8 jam bermain game tanpa jeda. Usus dan kandung kemihnya begitu kembung, sehingga dokter berpikiran bahwa dia menderita tumor kanker.

Semua dokter pasti menyarankan agar seseorang tidak boleh menahan diri untuk ke kamar mandi. Jika kamu melakukannya, kamu dapat melukai otot ototmu. Hal tersebut dapat menyebabkan infeksi saluran kencing dan sembelit.

Risiko : Gangguan pada pembuluh otak dan kulit kepala. Jika kamu suka mandi dengan air panas, sudah saatnya untuk berhenti melakukannya. Mandi air panas dapat menyebabkan sakit kepala dan pusing akut.

Selain itu, air panas merangsang fungsi kelenjar sebaceous pada kulit kepala yang membuat rambut benar benar kotor. Risiko : Iritasi kulit dan mata. Jika kamu sering menyentuh wajah dengan tangan,kamu bisa menyebabkan berbagai infeksi seperti jerawat, herpes, dan lain lain.

Jika kamu suka mengucek mata, kamu bisa terkena konjungtivitis. Konjungtivitis merupakan penyakit menular yang sangat tidak menyenangkan. Penyakit ini melibatkan peradangan, sobekan, terbakar, dan sensitivitas cahaya.

Risiko : Gangguan pada perut, gigi, dan memori jangka pendek. Ada beberapa konsekuensi jika kamu terlalu sering mengunyah permen karet. Pertama, proses mengunyah merangsang produksi getah lambung.

Jadi, jangan mengunyah permen karet sebelum makan. Ini dapat menyebabkan gastritis dan bahkan maag. Kedua, mengunyah permen karet juga berbahaya bagi gigi.

Saat produksi air liur meningkat, permen karet dapat masuk melalui gigi dan tambalan gigi. Ketiga, mengunyah permen karet juga memengaruhi memori. Mengunyah permen karet meningkatkan hafalan dan membantu berkonsentrasi pada tugas tugas yang memerlukan pengamatan panjang.

Namun, kegiatan ini dapat merusak ingatan jangka pendek dan membuatmu kurang fokus. Risiko : Gangguan pada mata, sumsum tulang belakang, dan kulit leher. Saat membaca di tempat tidur, ikuti aturan ini :

Jangan tempatkan buku terlalu dekat dengan mata. Jangan menekuk punggung dan jangan membuat lehermu tegang. Jangan membaca berbaring menyamping.

Jarak ke buku akan terus berubah dan matamu harus melakukan lebih banyak pekerjaan. Jangan membaca berbaring dengan perut sebagai tumpuan. Kamu dapat merusak sumsum tulang belakangmu dengan cara ini.

Selain itu, sebagian besar dari posisi posisi ini dapat menyebabkan kerutan horizontal yang dalam pada leher. Risiko : Proses penyembuhan yang lama Apa hal pertama yang ingin kamu lakukan ketika jarimu terluka?

Mengisap atau meniupnya? Para ilmuwan dari Harvard University menghitung lebih dari 600 spesies mikroorganisme yang hidup di mulut manusia. Di antara semua organisme ini, selalu ada stafilokokus dan streptokokus.

Darah yang terkoagulasi pada luka adalah tempat yang sempurna bagi mereka untuk hidup. Kamu harus menggunakan obat khusus untuk luka. Jika tidak, lukamu akan lebih lama untuk sembuh.

Risiko : Gangguan pita suara dan laring. Penelitian oleh para ilmuwan yang berjudul "Laryngeal hyperfunction during whispering: reality or myth?" pada 2006 lalu menunjukkan, kebanyakan orang mengalami ketegangan pita suara ketika berbisik. Hal ini meningkatkan kemungkinan memiliki cedera mikro laring.

Ini sangat berbahaya bagi orang yang harus banyak bicara. Risiko : Gangguan pada anus dan kebersihan secara keseluruhan. Ini bukan hanya tentang ponsel.

Aturan yang sama juga berlaku untuk koran dan buku. Duduk di toilet selama lebih dari 5 menit meningkatkan tekanan di pembuluh darah. Alasan mengapa ponsel sangat buruk digunakan di kamar mandi adalah karena kita tidak meninggalkannya di kamar mandi ketika kita selesai.

Sebaliknya, kita membawa kembali ponsel, yang membantu menyebarkan bakteri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *